Laju Pembangunan Huntara, Personel Koramil 29/Lkh Kawal Pengerjaan Non-Stop 24 Jam
Aceh Utara - Semangat percepatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana di Desa Bukit Linteng, Kecamatan Langkahan, terus dipacu dengan ritme tinggi. Personel Koramil 29/Lkh, khususnya jajaran Babinsa, terjun langsung melaksanakan pendampingan intensif terhadap pengerjaan yang dilakukan oleh PT PP dan Kementerian PUPR. Pada Kamis (12/3/2026), pengawasan difokuskan pada dua titik lokasi utama guna memastikan target waktu dan kualitas bangunan tetap terjaga.
Menariknya, demi mengejar target penyelesaian, pengerjaan di titik pertama dilakukan secara nonstop selama 1x24 jam dengan sistem shift kerja siang dan malam. Di lokasi ini, PT PP tengah menggarap sebanyak 84 unit Huntara yang terbagi dalam 7 blok moduler. Saat ini, progres telah menyentuh angka 15% dengan fokus utama pada percepatan pemasangan tiang penyangga dan dinding panel pada seluruh blok tersebut.
Tak jauh dari lokasi pertama, progres di lokasi kedua juga mulai menunjukkan bentuknya. Dengan pencapaian sementara sebesar 5%, tim di lapangan tengah berjibaku melakukan pemasangan balok pondasi serta pendirian tiang untuk 4 blok moduler awal dari total 84 unit yang direncanakan. Kehadiran Serda Ardan selaku Babinsa Koramil 29/Lkh di lokasi bukan sekadar formalitas, melainkan untuk memberikan dukungan moril sekaligus memastikan komunikasi antara pelaksana proyek dan lingkungan sekitar berjalan harmonis.
Kehadiran para prajurit TNI di tengah hiruk-pikuk proyek ini memberikan rasa tenang dan optimisme bagi masyarakat setempat. Warga yang kerap memantau jalannya pembangunan merasa terbantu dengan peran aktif Babinsa yang menjembatani aspirasi mereka dengan pihak pelaksana proyek.
"Kami sangat bersyukur melihat pembangunan ini dikawal langsung oleh bapak-bapak TNI. Apalagi pengerjaannya sampai malam hari jadi yakin rumah ini akan cepat selesai. Rasanya sudah tidak sabar ingin segera pindah ke hunian yang lebih layak setelah sekian lama menunggu," ungkap Bapak Hamdan, salah satu warga Desa Bukit Linteng yang rumahnya ikut terdampak bencana.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan PT PP, Bapak Nyoto, yang memimpin langsung sekitar 58 orang pekerja ahli di lapangan. Sinergi antara TNI AD, instansi pemerintah, dan sektor swasta ini menjadi bukti nyata komitmen negara dalam memulihkan kondisi sosial ekonomi masyarakat di pelosok Aceh Utara. Melalui pendampingan teritorial yang melekat, diharapkan seluruh unit Huntara ini dapat segera diserahterimakan kepada warga yang sangat membutuhkan tempat tinggal yang layak.(Wawan).
Red-Spyd
